Pemilu dan Korupsi: Fenomena Pelanggaran Etika dan Moral Penyelenggara Pemilu di Indonesia

Authors

  • Pandu Alfa Universitas Andalas
  • Khairul Fahmi Universitas Andalas

Keywords:

Election, Corruption, Ethics, Moral

Abstract

Corruption is defined as a form of misappropriation or misappropriation of state money, including companies, organizations, foundations, and so on for personal gain or others. The use of morals and ethics is not optimal, so this study aims to explain morals and ethics to prevent political corruption during elections especially among election organizers. This study uses a qualitative approach with a descriptive method using secondary data sources such as journals and books. The results of the study show that there are still public officials and election administrators who have problems with integrity such as vote buying, individual gifts, services and activities. The conclusion of this study shows that, election fraud arises like money politics, candidacy buying, electoral administrative corruption, abusive donation, it is necessary to have strict supervision so that the escalation of electoral conflict can be avoided

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrohman. (2021). Dampak Fenomena Politik Uang dalam Pemilu dan Pemilihan. Awasia: Jurnal Pemilu dan Demokrasi, 1 No. 2(2), 18.

Adelina, F. (2019). Bentuk-Bentuk Korupsi Politik. Jurnal Legislasi Indonesia, 16 No. 1, 63.

Anjalline, I., Anggraini, R. A. R., & Indrayati, R. (2014). Pengaturan Dana Kampanye Pemilihan Umum Sebagai Tanggung Jawab Calon Anggota Legislatif Berdasarkan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. e-Journal Lentera Hukum, 1, 51.

Badoh, I. Z. F., & Dahlan, A. (2010). Korupsi Pemilu di Indonesia. Indonesia Corruption Watch.

Djamil, M. N., & Djafar, T. M. (2016). Etika Publik Pejabat Negara dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih. Jurnal Kajian Politik Dan Masalah Pembangunan.

Hayati, M., & Noor, R. S. (2020). Korelasi PILKADA Langsung dan Korupsi di Indonesia. MORALITY?: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 102. https://doi.org/10.52947/morality.v6i2.174

Hodess, R. (2004). Global Corruption Report 2004 Special Focus Political Corruption. PT. Kompas Media Nusantara.

Husin, L. H., Pratama, H. M., Prasetyo, W., Hendra, H., Darmawan, W. B., Manan, F., & Amsari, F. (2021). Malpraktik Pemilu dan Korupsi: Analisis terhadap Proses Penghitungan dan Rekapitulasi pada Pemilu Indonesia 2019. INTEGRITAS, 7(1), 57–78. https://doi.org/10.32697/integritas.v7i1.720

Irawan, A., Dahlan, A., Fariz, D., & Ghalia Putri, A. (2014). Panduan Pemantauan Korupsi Pemilu. Indonesia Corruption Watch.

Muhtar, M. H. (2019). Model Politik Hukum Pemberantasan Korupsi Di Indonesia Dalam Rangka Harmonisasi Lembaga Penegak Hukum. Jambura Law Review, 1(1), 68–93. https://doi.org/10.33756/jalrev.v1i1.1988

Nasef, M. I. (2014). Studi Kritis Mengenai Kewenangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Dalam Mengawal Electoral Integrity Di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 21(3), 378–401. https://doi.org/10.20885/iustum.vol21.iss3.art3

Pustha, F., & Fauzan, A. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan dan Upaya Pemberantasan Korupsi. JMPIS, Volume 2(2), 580.

Qodir, Z. (2017). Politik Uang Dalam Pemilu-Pemilukada 2014: Modus Dan Resolusinya. Jurnal Administrasi Pemerintah Daerah, VIII Edisi 2, 43.

Rachim, A. (2016). Partai Politik Agar Bebas Korupsi. Jurnal Hukum dan Bisnis (Selisik), 2, 122–138.

Rahayu, P. (2019). Kilas Balik Pemilu Legislatif 2014 Kabupaten Sampang (Manipulasi Pungut dan Hitung Suara di Tingkat TPS). Universitas Airlangga.

Setiadi, E. (2000). Penegakan Hukum Pidana Terhadap Kasus-Kasus Korupsi Dalam Menciptakan Clean Government. 4, 29.

Tri Tjahjoko, G., Sukapti, Rahman, A., & Adi, S. (2019). Desa Kuat Negara Berdaulat. The Indonesian Power for Democracy (IPD).

Downloads

Published

2022-06-30